seringkali aku terpenjara pada kesalahan sendiri, aku mencintaimu, merindukanmu, dan masih enggan melupakanmu.
kamu sudah melekat di otakKu,seperti ingatan yang diciptakanNya tidak untuk dilupakan dan Merindumu sudah menjadi candu bagiku, dan dicintai olehmu merupakan harapan bagiku,,
pesonamu memikatku. Senyummu, candamu, tawamu bahagiaku. Kamu, melekat erat di pikiranku, bernaung dalam hatiku :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar